Udah mulai keranjingan nulis nih... :)
So... saking banyak yang mau ditulis, di blog ini Is akan cerita seputar keluarga. Untuk cerita lainnya Is buat blog-blog terpisah aja...
Aku pengen share pengalaman waktu mengatasi sakit perut, muntah, dan buang-buang air pada anak. Ini sempet terjadi pada anakku yang kecil Shafira belum lama ini (saat ini usianya 5 tahun 6 bulan).
Namanya anak-anak, pasti sulit untuk memastikan 100% dia selalu aman dari kuman & bakteri... Apalagi mainnya macem2, temennya juga beda2. Mau dilarang2 main, kasian juga nanti bakat & minat bisa tidak tersalurkan.. iya kan?
Kejadian pertama, waktu itu sudah sekitar 2 hari anakku sempat sesekali mengeluh sakit perutnya. Tapi karena dia keliatan ceria, aku pikir 'ah, cuma manja aja'. Satu hari waktu Is pulang kantor dia masih ceria. Tiba2 habis maghrib dia muntah. Tambah malam tambah sering muntahnya, diatas jam 11 malam makin sering, tambah lagi gejala lain, buang2 air. Sampai akhirnya hanya air dan cairan kuning yang keluar.
Waduh... paniknya luar biasa, karena cairan kuning itu pikir aku kemungkinan asam lambungnya (naik). Diberi minum air putih dan teh manis pun keluar lagi.
Akhirnya sama suami mutusin, kalo sampe lewat tengah malam masih juga, kami mau bawa dia ke UGD.
Saat itu Is beri oralit untuk mencegah dehidrasi, plus obat muntah. Tapi saat itu tidak mengurangi muntahnya. Mau beri obat lain tidak tau lagi mau di kasih apa plus takut juga salah obat.
Sampai akhirnya Is kepikir buat ramuan, karena Is pikir ramuan alami harusnya kecil efeknya. Sampe di dapur gak tau juga mau buat apa.
Akhirnya, berdasarkan coba-coba, plus kira2 manfaat masing-masing bumbu dapur, aku buat ramuan yang berisi bahan-bahan berikut:
- Jahe di memarkan (+/- 2 ibu jari)
- Cengkeh (+/- 5 bunga)
- Kayumanis (+/- 3 x panjang ibu jari)
- Kunyit di memarkan (+/- 1 ruas jari)
- Kapulaga (+/- 3 butir)
- Gula merah dihancurkan (secukupnya, sampai terasa manis jambu)
- Air (+/- 500 cc)
Semua bahan diatas di rebus
Kemudian air rebusan ramuan diatas hangat2 aku beri ke anakku sedikit2. Awalnya Is minumin sekitar 6 sendok makan. Dia sempat masih muntah. Tapi karena ternyata anakku suka, dan dia minta lagi, aku tambah lagi sedikit2. Is pikir alhamdulillah, masuk cairan...
Alhamdulillah, ternyata muntahnya akhirnya berhenti dan dia bisa tidur. pfuhhh legaaaaa bangett.
Kejadian kedua terjadi lagi sekitar 1 bulan lalu (Jan 2010), muntah terus tetapi tidak disertai buang2 air. Suamiku mengingatkan untuk coba ramuan tadi. Dengan bismillah, aku buat lagi ramuan tsb, tetapi tanpa kapulaga (kebetulan saat itu habis). Alhamdulillah... it works again...
Nah.. begitu ceritanya... Semoga bisa membantu rekan2 yaa.
O iya, sekedar ingetin, kalau air ramuan masih bersisa, bisa dihangatkan. Tetapi jahenya diangkat, supaya tidak tambah pedas.
Minggu, 07 Februari 2010
Langganan:
Postingan (Atom)