Apa sih yang paling sulit di pelajari? Buat saya, saat ini saya masih sulit untuk belajar konsisten. Padahal yang satu ini penting banget untuk segala hal yang bisa membuat kita sukses.
Contoh:
- Ajarin anak bahasa inggris. kalo konsisten setiap hari kasih 5 kosa kata. dijamin englishnya pasti bagus
- Mau rating web-nya naik, ya harus konsisten buat tulisan, blog walking, promosi, dll
Nah.. ini dia, rutin nulis aja ternyata gak mudah... tulisan aku terakhir disini udah beberapa bulan lalu :)
Coba deh, sedikit-sedikit dulu. Aku mau konsisten nulis blog setiap hari even cuma sekedar moto.. will see. what happen after that :)
Rabu, 01 September 2010
Jumat, 14 Mei 2010
Warna Cat Rumah Unik & Segar
Bingung mau merubah tampilan rumah?
Nah, aku mau share sedikit mengenai Cat Rumah. Bosan dengan tampilan cat rumah yang biasa2 aja, aku coba mengkombinasikan 2 warna cat di satu dinding dengan pola selang seling dengan lebar tiap warna +/- 10 cm.
Untuk menghindari agar tidak monoton dan terkesan terlalu meriah, pada dinding2 sisi lainnya aku gunakan setiap warna cat di setiap dinding secara penuh..
Ternyata hasilnya cukup memuaskan.. Apalagi dengan pilihan warna terang yang cukup berani, membuat tampilan ruang tamu ku yang kecil menjadi segar dan nyaman..
Jadi, gak usah takut gunakan warna cerah dan berani.. plus dengan gaya yang unik pula..
Selamat ber-eksperimen dan jangan lupa share ke saya ya jika ada ide lain seputar mengecat rumah :)
Label:
Cat Ruang Tamu,
Cat Rumah,
Ruang Tamu,
Rumah,
Warna,
Warna Cat
Sabtu, 20 Maret 2010
Mengatasi Anak Pemalu
Everybody is unique.. Tentu kita sering dengar istilah itu. Tapi saat menghadapi anak yang memiliki sifat atau perilaku yang cenderung ekstrim dibanding anak lainnya, tak jarang orang tua sulit memposisikan diri dan bingung bagaimana menghadapinya.
Demikian hal nya yang terjadi pada anak bungsu saya dan saya sebagai orang tuanya.
Anak bungsu saya memiliki sifat pemalu yang cukup ekstreem. Berbagai hal kecil bisa menyebabkan dia merasa malu.
Pada 2.5 th di awal masa sekolahnya (Play group, TKA, dan TKB) bahkan dia hampir tidak pernah mau makan di kelas ataupun berenang dengan alasan malu. Dan akhirnya di pertengahan masa TKB, dia mulai berubah.
Anda mungkin pernah mengalami hal ini dan bingung bagaimana menghadapinya. Saya coba sharing analisa, pengamatan, dan beberapa kesimpulan berdasarkan apa yang saya alami.
Beberapa penyebab malu justru tidak terpikirkan sebelumnya oleh saya. Beberapa penyebab yang menimbulkan perasaan malu pada anak saya, antara lain:
- Sesuatu yang menurut pandangan umum dianggap jelek, misal sepatu sobek (tentu ini hal umum ya, dimana semua orang mungkin akan merasa malu jika mengalaminya :) )
- Sesuatu yang berbeda dengan sebagian besar orang lain, misal salah seragam, tidak menggunakan tas seragam
- Pujian yang langsung ditujukan pada dirinya dihadapan banyak orang dan mengakibatkan banyak orang memperhatikan dia
- Berbagai hal yang ada pada dirinya yang menarik perhatian orang lain, misal jam tangan dan tas yang lucu, datang sekolah terlambat
- Merasa akan diperhatikan / menjadi perhatian orang lain, misal tampil di panggung sekolah
Lalu bagaimana orang tua menghadapinya?
Seringkali setelah sekian lama mencoba membujuk (mulai dari bentuk hadiah atau bahkan kadang bisa dikatakan 'ancaman' misal, tidak boleh ikut jalan-jalan), saya terjebak pada perasaan putus asa, bingung, dan akhirnya menjadi marah / temperamen. Tentu saja sikap saya ini justru semakin memperburuk keadaan.
Saya coba perhatikan kondisi lingkungan dan kemungkinan perbedaan treatment antara dia dan kakaknya bahkan kawan-kawannya. Saya menyimpulkan untuk kondisi anak saya seharusnya tidak ada yang menjadi pemicu sifat pemalu ini.
Akhirnya saya mencoba meyakini bahwa ini mungkin disebabkan faktor kematangan usia. Dengan keyakinan tersebut, saya coba biarkan anak saya menjalani hari-harinya apa adanya. Termasuk diam mematung saat jam makan di sekolah. Komunikasi seputar kegiatan dia setiap hari tetap terus saya lakukan, sambil mencoba mengatasi rasa malunya.
Saya coba mengatasi rasa malu anak saya secara fokus satu persatu mulai dari yang kecil/sepele, misal: memakai jam tangan yang menarik perhatian, setelah satu hal tsb bisa dia atasi, saya tambah hal lain seperti menggunakan tas yang berbeda (sepanjang hal ini tidak melanggar aturan sekolah), dst..
Alhamdulillah, saat dia mulai bisa mengatasi rasa malu pada satu hal, kepercayaan dirinya menjadi meningkat, sehingga tahap selanjutnya menjadi tidak terlalu sulit dan lama.
Ditambah lagi dengan bertambahnya kematangan usia, tentunya hal ini semakin mempermudah proses yang dijalaninya. Akhirnya, perkembangannya semakin hari semakin baik. Hari ini dia sudah berani tampil dalam team Drum Band di sekolahnya...
Semoga sharing saya dapat membantu teman-teman yang mengalami hal yang sama... Amien.
Demikian hal nya yang terjadi pada anak bungsu saya dan saya sebagai orang tuanya.
Anak bungsu saya memiliki sifat pemalu yang cukup ekstreem. Berbagai hal kecil bisa menyebabkan dia merasa malu.
Pada 2.5 th di awal masa sekolahnya (Play group, TKA, dan TKB) bahkan dia hampir tidak pernah mau makan di kelas ataupun berenang dengan alasan malu. Dan akhirnya di pertengahan masa TKB, dia mulai berubah.
Anda mungkin pernah mengalami hal ini dan bingung bagaimana menghadapinya. Saya coba sharing analisa, pengamatan, dan beberapa kesimpulan berdasarkan apa yang saya alami.
Beberapa penyebab malu justru tidak terpikirkan sebelumnya oleh saya. Beberapa penyebab yang menimbulkan perasaan malu pada anak saya, antara lain:
- Sesuatu yang menurut pandangan umum dianggap jelek, misal sepatu sobek (tentu ini hal umum ya, dimana semua orang mungkin akan merasa malu jika mengalaminya :) )
- Sesuatu yang berbeda dengan sebagian besar orang lain, misal salah seragam, tidak menggunakan tas seragam
- Pujian yang langsung ditujukan pada dirinya dihadapan banyak orang dan mengakibatkan banyak orang memperhatikan dia
- Berbagai hal yang ada pada dirinya yang menarik perhatian orang lain, misal jam tangan dan tas yang lucu, datang sekolah terlambat
- Merasa akan diperhatikan / menjadi perhatian orang lain, misal tampil di panggung sekolah
Lalu bagaimana orang tua menghadapinya?
Seringkali setelah sekian lama mencoba membujuk (mulai dari bentuk hadiah atau bahkan kadang bisa dikatakan 'ancaman' misal, tidak boleh ikut jalan-jalan), saya terjebak pada perasaan putus asa, bingung, dan akhirnya menjadi marah / temperamen. Tentu saja sikap saya ini justru semakin memperburuk keadaan.
Saya coba perhatikan kondisi lingkungan dan kemungkinan perbedaan treatment antara dia dan kakaknya bahkan kawan-kawannya. Saya menyimpulkan untuk kondisi anak saya seharusnya tidak ada yang menjadi pemicu sifat pemalu ini.
Akhirnya saya mencoba meyakini bahwa ini mungkin disebabkan faktor kematangan usia. Dengan keyakinan tersebut, saya coba biarkan anak saya menjalani hari-harinya apa adanya. Termasuk diam mematung saat jam makan di sekolah. Komunikasi seputar kegiatan dia setiap hari tetap terus saya lakukan, sambil mencoba mengatasi rasa malunya.
Saya coba mengatasi rasa malu anak saya secara fokus satu persatu mulai dari yang kecil/sepele, misal: memakai jam tangan yang menarik perhatian, setelah satu hal tsb bisa dia atasi, saya tambah hal lain seperti menggunakan tas yang berbeda (sepanjang hal ini tidak melanggar aturan sekolah), dst..
Alhamdulillah, saat dia mulai bisa mengatasi rasa malu pada satu hal, kepercayaan dirinya menjadi meningkat, sehingga tahap selanjutnya menjadi tidak terlalu sulit dan lama.
Ditambah lagi dengan bertambahnya kematangan usia, tentunya hal ini semakin mempermudah proses yang dijalaninya. Akhirnya, perkembangannya semakin hari semakin baik. Hari ini dia sudah berani tampil dalam team Drum Band di sekolahnya...
Semoga sharing saya dapat membantu teman-teman yang mengalami hal yang sama... Amien.
Minggu, 07 Februari 2010
Obat Sakit Perut, Muntah dan Buang Air pada Anak
Udah mulai keranjingan nulis nih... :)
So... saking banyak yang mau ditulis, di blog ini Is akan cerita seputar keluarga. Untuk cerita lainnya Is buat blog-blog terpisah aja...
Aku pengen share pengalaman waktu mengatasi sakit perut, muntah, dan buang-buang air pada anak. Ini sempet terjadi pada anakku yang kecil Shafira belum lama ini (saat ini usianya 5 tahun 6 bulan).
Namanya anak-anak, pasti sulit untuk memastikan 100% dia selalu aman dari kuman & bakteri... Apalagi mainnya macem2, temennya juga beda2. Mau dilarang2 main, kasian juga nanti bakat & minat bisa tidak tersalurkan.. iya kan?
Kejadian pertama, waktu itu sudah sekitar 2 hari anakku sempat sesekali mengeluh sakit perutnya. Tapi karena dia keliatan ceria, aku pikir 'ah, cuma manja aja'. Satu hari waktu Is pulang kantor dia masih ceria. Tiba2 habis maghrib dia muntah. Tambah malam tambah sering muntahnya, diatas jam 11 malam makin sering, tambah lagi gejala lain, buang2 air. Sampai akhirnya hanya air dan cairan kuning yang keluar.
Waduh... paniknya luar biasa, karena cairan kuning itu pikir aku kemungkinan asam lambungnya (naik). Diberi minum air putih dan teh manis pun keluar lagi.
Akhirnya sama suami mutusin, kalo sampe lewat tengah malam masih juga, kami mau bawa dia ke UGD.
Saat itu Is beri oralit untuk mencegah dehidrasi, plus obat muntah. Tapi saat itu tidak mengurangi muntahnya. Mau beri obat lain tidak tau lagi mau di kasih apa plus takut juga salah obat.
Sampai akhirnya Is kepikir buat ramuan, karena Is pikir ramuan alami harusnya kecil efeknya. Sampe di dapur gak tau juga mau buat apa.
Akhirnya, berdasarkan coba-coba, plus kira2 manfaat masing-masing bumbu dapur, aku buat ramuan yang berisi bahan-bahan berikut:
- Jahe di memarkan (+/- 2 ibu jari)
- Cengkeh (+/- 5 bunga)
- Kayumanis (+/- 3 x panjang ibu jari)
- Kunyit di memarkan (+/- 1 ruas jari)
- Kapulaga (+/- 3 butir)
- Gula merah dihancurkan (secukupnya, sampai terasa manis jambu)
- Air (+/- 500 cc)
Semua bahan diatas di rebus
Kemudian air rebusan ramuan diatas hangat2 aku beri ke anakku sedikit2. Awalnya Is minumin sekitar 6 sendok makan. Dia sempat masih muntah. Tapi karena ternyata anakku suka, dan dia minta lagi, aku tambah lagi sedikit2. Is pikir alhamdulillah, masuk cairan...
Alhamdulillah, ternyata muntahnya akhirnya berhenti dan dia bisa tidur. pfuhhh legaaaaa bangett.
Kejadian kedua terjadi lagi sekitar 1 bulan lalu (Jan 2010), muntah terus tetapi tidak disertai buang2 air. Suamiku mengingatkan untuk coba ramuan tadi. Dengan bismillah, aku buat lagi ramuan tsb, tetapi tanpa kapulaga (kebetulan saat itu habis). Alhamdulillah... it works again...
Nah.. begitu ceritanya... Semoga bisa membantu rekan2 yaa.
O iya, sekedar ingetin, kalau air ramuan masih bersisa, bisa dihangatkan. Tetapi jahenya diangkat, supaya tidak tambah pedas.
So... saking banyak yang mau ditulis, di blog ini Is akan cerita seputar keluarga. Untuk cerita lainnya Is buat blog-blog terpisah aja...
Aku pengen share pengalaman waktu mengatasi sakit perut, muntah, dan buang-buang air pada anak. Ini sempet terjadi pada anakku yang kecil Shafira belum lama ini (saat ini usianya 5 tahun 6 bulan).
Namanya anak-anak, pasti sulit untuk memastikan 100% dia selalu aman dari kuman & bakteri... Apalagi mainnya macem2, temennya juga beda2. Mau dilarang2 main, kasian juga nanti bakat & minat bisa tidak tersalurkan.. iya kan?
Kejadian pertama, waktu itu sudah sekitar 2 hari anakku sempat sesekali mengeluh sakit perutnya. Tapi karena dia keliatan ceria, aku pikir 'ah, cuma manja aja'. Satu hari waktu Is pulang kantor dia masih ceria. Tiba2 habis maghrib dia muntah. Tambah malam tambah sering muntahnya, diatas jam 11 malam makin sering, tambah lagi gejala lain, buang2 air. Sampai akhirnya hanya air dan cairan kuning yang keluar.
Waduh... paniknya luar biasa, karena cairan kuning itu pikir aku kemungkinan asam lambungnya (naik). Diberi minum air putih dan teh manis pun keluar lagi.
Akhirnya sama suami mutusin, kalo sampe lewat tengah malam masih juga, kami mau bawa dia ke UGD.
Saat itu Is beri oralit untuk mencegah dehidrasi, plus obat muntah. Tapi saat itu tidak mengurangi muntahnya. Mau beri obat lain tidak tau lagi mau di kasih apa plus takut juga salah obat.
Sampai akhirnya Is kepikir buat ramuan, karena Is pikir ramuan alami harusnya kecil efeknya. Sampe di dapur gak tau juga mau buat apa.
Akhirnya, berdasarkan coba-coba, plus kira2 manfaat masing-masing bumbu dapur, aku buat ramuan yang berisi bahan-bahan berikut:
- Jahe di memarkan (+/- 2 ibu jari)
- Cengkeh (+/- 5 bunga)
- Kayumanis (+/- 3 x panjang ibu jari)
- Kunyit di memarkan (+/- 1 ruas jari)
- Kapulaga (+/- 3 butir)
- Gula merah dihancurkan (secukupnya, sampai terasa manis jambu)
- Air (+/- 500 cc)
Semua bahan diatas di rebus
Kemudian air rebusan ramuan diatas hangat2 aku beri ke anakku sedikit2. Awalnya Is minumin sekitar 6 sendok makan. Dia sempat masih muntah. Tapi karena ternyata anakku suka, dan dia minta lagi, aku tambah lagi sedikit2. Is pikir alhamdulillah, masuk cairan...
Alhamdulillah, ternyata muntahnya akhirnya berhenti dan dia bisa tidur. pfuhhh legaaaaa bangett.
Kejadian kedua terjadi lagi sekitar 1 bulan lalu (Jan 2010), muntah terus tetapi tidak disertai buang2 air. Suamiku mengingatkan untuk coba ramuan tadi. Dengan bismillah, aku buat lagi ramuan tsb, tetapi tanpa kapulaga (kebetulan saat itu habis). Alhamdulillah... it works again...
Nah.. begitu ceritanya... Semoga bisa membantu rekan2 yaa.
O iya, sekedar ingetin, kalau air ramuan masih bersisa, bisa dihangatkan. Tetapi jahenya diangkat, supaya tidak tambah pedas.
Label:
Anak,
Home Treatment,
Mual,
Muntah,
Sakit Perut
Minggu, 31 Januari 2010
The New Activity
Dearest friends,
Akhirnya... bisa nulis lagi..
Is mo cerita seputar aktivitas bisnis nih.. ceileee.. gaya yaaaa
Setelah seminggu enjoy dirumah, Is mulai cari2 kesibukan biar gak bosen :)
Yang pasti kesibukan yang bisa nambah penghasilan.. kan udah gak punya gaji hehe..
Awalnya punya ide2 usaha besar, tapi jadi inget, dulu pernah coba bikin company,
eh rugi bandar euyyy...
So... mantep deh pilih 3 usaha awal yang siap Is jalanin:
1. Jualan retail product seputar busana muslimah
Untuk usaha ini, kakak adik yang semuanya udah ibu rumahan ikut bergabung :)
Maunya sih bikin toko online. tapi karena gaptek, ya pelan2 deh setup nya.
Untung kakak dan adik semangatnya lebih muantep... so mereka udah bisa mulai duluan
jualan manual hehe
2. Network marketing
Nah, untuk yang ini so pasti Is cari product yang pasti Is sendiri suka..
Apa itu? gak sulit ditebak: Produk kecantikan
Biar di rumah kan mesti tetep cantik yaaa hihi...
Udah itu, Is cari yang modalnya kecil dan bisa dijalanin mostly dirumah
Setelah pilah pilih... akhirnya jatuh lah pilihan pada jaringan DBC Network
nya yang canggih...
Untuk yang satu ini, Is mo sekalian promosi yaa... Jangan sungkan klik link ini:
http://www.dbc-network.com/index.php?id=favoritecakes
3. Saham
Nah, untuk yang ini mesti banyak belajar nih... sekarang tahapnya masih cari buku seputar
main saham :)
Temen2 yang udah canggih seputar ini jangan sungkan ajarin aku
Wah.. udah waktunya nidurin si kecil bobo siang nih...
Nanti aku lanjut lagi.... See ya
Akhirnya... bisa nulis lagi..
Is mo cerita seputar aktivitas bisnis nih.. ceileee.. gaya yaaaa
Setelah seminggu enjoy dirumah, Is mulai cari2 kesibukan biar gak bosen :)
Yang pasti kesibukan yang bisa nambah penghasilan.. kan udah gak punya gaji hehe..
Awalnya punya ide2 usaha besar, tapi jadi inget, dulu pernah coba bikin company,
eh rugi bandar euyyy...
So... mantep deh pilih 3 usaha awal yang siap Is jalanin:
1. Jualan retail product seputar busana muslimah
Untuk usaha ini, kakak adik yang semuanya udah ibu rumahan ikut bergabung :)
Maunya sih bikin toko online. tapi karena gaptek, ya pelan2 deh setup nya.
Untung kakak dan adik semangatnya lebih muantep... so mereka udah bisa mulai duluan
jualan manual hehe
2. Network marketing
Nah, untuk yang ini so pasti Is cari product yang pasti Is sendiri suka..
Apa itu? gak sulit ditebak: Produk kecantikan
Biar di rumah kan mesti tetep cantik yaaa hihi...
Udah itu, Is cari yang modalnya kecil dan bisa dijalanin mostly dirumah
Setelah pilah pilih... akhirnya jatuh lah pilihan pada jaringan DBC Network
nya yang canggih...
Untuk yang satu ini, Is mo sekalian promosi yaa... Jangan sungkan klik link ini:
http://www.dbc-network.com/index.php?id=favoritecakes
3. Saham
Nah, untuk yang ini mesti banyak belajar nih... sekarang tahapnya masih cari buku seputar
main saham :)
Temen2 yang udah canggih seputar ini jangan sungkan ajarin aku
Wah.. udah waktunya nidurin si kecil bobo siang nih...
Nanti aku lanjut lagi.... See ya
Sabtu, 30 Januari 2010
Its my new life....
Wah.. baru pertama kali buat blog... ternyata aku gaptek juga yaaa... hehe..
but... let me start it..
This is my new life....
Setelah sekian tahun menjalani hari-hari antara kantor dan rumah. Kini zona kehidupan baru siap kulalui.
Berbeda... itu pasti. But I believe that the new comfort zone will comes :)
Temen2 sempet tanya, mo ngapain sih di rumah?
hmm.... pasti gak ada jawaban eksak untuk itu. But.... I have a simple answer: Mau nemenin anak-anak di rumah :)
Ya... ibu mana yang gak pengen deket2 anaknya terus... iya kan?
apalagi aku gak ada keluarga dekat yang bisa nemenin my little princesses di rumah..
Tapi kalo aku cuma diem aja di rumah... pasti gak bisa deh...
Apalagi kalo gak punya penghasilan... wah... bisa mumet nanti :)
So.. mulai deh 2 minggu ini setting macem2 target mulai dari target seputar anak sampe target bisnis yang simpel sampe yang lumayan menantang..
Segala ide muncul bertubi2 di kepala, sampe kadang mo tidur aja susah hehe...
Apa sih ide2 bisnis yang muncul di kepalaku?
Nanti aku ceritain yaaa.....
but... let me start it..
This is my new life....
Setelah sekian tahun menjalani hari-hari antara kantor dan rumah. Kini zona kehidupan baru siap kulalui.
Berbeda... itu pasti. But I believe that the new comfort zone will comes :)
Temen2 sempet tanya, mo ngapain sih di rumah?
hmm.... pasti gak ada jawaban eksak untuk itu. But.... I have a simple answer: Mau nemenin anak-anak di rumah :)
Ya... ibu mana yang gak pengen deket2 anaknya terus... iya kan?
apalagi aku gak ada keluarga dekat yang bisa nemenin my little princesses di rumah..
Tapi kalo aku cuma diem aja di rumah... pasti gak bisa deh...
Apalagi kalo gak punya penghasilan... wah... bisa mumet nanti :)
So.. mulai deh 2 minggu ini setting macem2 target mulai dari target seputar anak sampe target bisnis yang simpel sampe yang lumayan menantang..
Segala ide muncul bertubi2 di kepala, sampe kadang mo tidur aja susah hehe...
Apa sih ide2 bisnis yang muncul di kepalaku?
Nanti aku ceritain yaaa.....
Langganan:
Postingan (Atom)